Tuesday, September 3, 2019

"Kelas Sosial"

Aku senang sekali melihat video tentang bangga menjadi kelas sosial yang dibuat dan dikirim oleh SMA Unggul Del di Youtube. Di sana mengulas alasan-alasan mengapa biasanya orang-orang tidak mau masuk ke kelas sosial.

Aku ingin mengungkapkan sesuatu di sini, dan di sini bukan hanya berbicara tentang pengalamanku selama berada di kelas sosial di SMA Unggul Del, tetapi juga pengalamanku di sekolahku sekarang.

Tentu saja banyak sekali perbedaan yang kurasakan. Dari banyak hal. Contohnya saja cara mengajar dan sikap guru kepada kelas ini.

Di sini aku kelas XI IIS 1, aku sempat bersemangat karena aku pikir lokal ini adalah lokal bagi mereka yang giat belajar.
Hampir dua bulan aku di sini, dan aku salah.

Baiklah, tidak bisa memang membandingkan sekolah swasta dengan sekolah negeri. Tapi tolong, walaupun ini sekolah negeri bukan berarti bisa santai belajar seperti ini.
Semua orang ribut; tas mereka semua tipis dan ketika diperiksa, hanya berisi satu buku tulis atau mungkin tidak ada sama sekali. Mungkin cuma mereka yang ada di ranking 1-10 memiliki niat belajar di kelas ini.

Suasana yang pasif ketika belajar, dan begitu guru masuk ke dalam kelas, 40% pertemuan bisa saja hanya duduk diam, tidak ada materi, tidak ada tugas. Ada guru di depan kelas tapi hanya duduk di mejanya saja sambil memainkan gawainya. Guru saja begitu, gimana muridnya. 40% pertemuan hanya mencatat, mencatat, dan mencatat sampai tinta pulpen habis. 10% pertemuan ada guru yang tidak datang, sisanya mengajar dengan baik (hanya beberapa mata pelajaran saja).

Bayangkan saja, selama dua bulan aku di sini masih ada guru yang belum pernah masuk ke kelas ini.

Entah salah di guru atau salah di murid.

Bagi para siswa, aku tidak tahu alasan kalian mengapa tidak niat belajar, tapi tanpa kita sadari kita sendiri yang membuat mindset orang-orang tentang kelas sosial. Sikap ini membuat orang-orang berpikir kalau IPS itu hanya kelas buangan. Lalu ketika ada yang bilang IPS itu buangan, kalian malah marah seenak jidat dan berusaha membela, buta bahwa itu sebenarnya ada benarnya. Aku tidak tahu di sekolah ini masuk IPS karena tidak mampu masuk di IPA atau apa. Mungkin mindset masyarakat begitu, tapi tolong, tidak selamanya begitu.

Bagi para guru, ya walaupun memang keadaan kelas begini, tolong jangan patah semangat. Guru dan siswa harus bekerjasama dalam hal ini. Tolong jangan bersikap seperti, ya, tidak masuk ke kelas selama dua bulan. Jika banyak siswa yang tidak mengerti dengan materi yang Anda sampaikan, berarti Anda harus memperbaiki metode Anda. Jangan patah semangat. Jangan anggap kami yang kelas sosial ini tidak butuh pelajaran. Aku senang dengan pelajaran Sejarah di sini yang satu-satunya dapat menguasai kelas dengan baik dengan suasana belajar yang aktif. Sisanya?
Pahamilah para siswa. Ada mungkin yang masih belum terima, coba ubah mindset mereka. Memang tidak mudah, tapi itulah proses yang harus dijalani.

Untuk teman-teman kelas sosial di luar sana, mari kita bersama membangun mindset baru bagi masyarakat, kalau kelas sosial itu bukan kelas buangan atau kelas yang selama ini mereka pikirkan. Kita punya kekuatan, kita bisa. Kita sekarang hanya dalam jebakan mental dan mindset. Manusia sendiri makhluk sosial. Mengapa harus malu menjadi IPS?

Mari kita buktikan kalau kelas sosial itu tidak buruk. Kelas sosial sangatlah menyenangkan!

No comments:

Post a Comment